Penjelasan Luhut soal 500 TKA China yang Masuk Indonesia

Aditya Pratama
Luhut Binsar Pandjaitan (Dok Facebook)

JAKARTA, iNews.id - Belum lama ini beredar kabar yang menyebutkan adanya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masuk ke Indonesia. Adapun para TKA ini dibawa ke Tanah Air untuk mengerjakan salah satu proyek di kawasan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihak perusahaan, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) masih meminta izin para TKA bekerja di Indonesia. Luhut menyebut, kedua perusahaan tersebut akan membangun pabrik HPAL (High Pressure Acid Leaching) untuk membangun industri baterai lithium, di mana nikel merupakan bahan baku produk tersebut.

"Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri lithium baterai," ujar Luhut dalam acara Bincang Khusus bersama RRI, Minggu (10/5/2020).

Pensiunan Jenderal TNI AD ini menjelaskan, para TKA itu merupakan pekerja yang memiliki skill untuk memasang alat produksi yang akan digunakan. Pasalnya, Indonesia saat ini tidak memiliki teknologi yang mumpuni untuk membangun industri tersebut.

"Kita kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kita nggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

China Klaim Latihan Perang Kepung Taiwan Sukses, Gagalkan Upaya Separatisme

Internasional
3 hari lalu

Trump Yakin Xi Jinping Tak Akan Serang Taiwan di Tengah Latihan Perang China

Mobil
3 hari lalu

Skema Subsidi Mobil di China 2026 Berubah, Mobil Murah Dapat Insentif Lebih Kecil

Internasional
4 hari lalu

Trump Tanggapi Santai Latihan Perang Besar-besaran China di Sekitar Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal