Perbankan China Berpotensi Rugi Rp5.280 Triliun karena Krisis Properti

Suparjo Ramalan
Perbankan China berpotensi rugi Rp5.280 triliun karena krisis properti. Foto: Reuters

"Jika mereka tidak membantu pengembang menyelesaikan proyek, mereka akan kehilangan lebih banyak lagi. Jika mereka melakukannya, itu tentu saja akan membuat pemerintah senang, tetapi mereka menambah eksposur mereka ke proyek-proyek real estate yang tertunda," katanya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (2/8/2022). 

Selain diguncang oleh hambatan dari pertumbuhan ekonomi yang melambat, gangguan Covid dan rekor pengangguran kaum muda yang tinggi, Beijing menempatkan stabilitas keuangan dan sosial sebagai prioritas utama. Upaya yang telah dipertimbangkan sejauh ini termasuk masa tenggang pembayaran hipotek dan dana yang didukung bank sentral untuk memberikan dukungan keuangan kepada pengembang. 

Di sisi lain, bank diharapkan memainkan peran aktif dalam bailout negara.  

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Transaksi Kini Bisa Pakai QRIS di China, Gubernur BI: Cukup Gunakan Ponsel

Bisnis
4 hari lalu

BNI Bukukan Laba Rp5,6 Triliun di Kuartal I 2026

Internasional
4 hari lalu

Ajaib, Pria Ini "Hidup Kembali" Setelah Jantungnya Berhenti Berdetak 40 Jam

Nasional
11 hari lalu

Purbaya Ungkap Restrukturisasi Proyek Kereta Cepat Whoosh Rampung, Segera Diumumkan

Nasional
13 hari lalu

BNI Janji Selesaikan Pengembalian Dana Gereja Aek Nabara Rp28 Miliar dalam Sepekan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal