Perbankan Rusia Rugi Rp385 Triliun Imbas Perang dengan Ukraina

Dinar Fitra Maghiszha
Perbankan Rusia rugi Rp385 triliun imbas perang dengan Ukraina. Foto: Reuters

Hal itu imbas sanksi Barat dan harga minyak yang anjlok karena merupakan komponen terbesar dibanding gas alam yang berkontribusi pada anggaran Rusia. Sementara harga minyak mentah patokan Eropa, Brent telah anjlok 25 persen sejak puncaknya pada awal Juni lalu. 

Menurut pakar Eropa Timur di Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan Janis Kluge, pengeluaran Rusia meningkat tajam, baik pada militer, dan pada langkah-langkah untuk melindungi ekonomi dari dampak sanksi Barat. Menurutnya, lubang di keuangan Kremlin bisa menjadi lebih luas karena pengeluaran militer yang meningkat.

"Pengeluaran militer awalnya direncanakan menjadi 3,5 triliun rubel tahun ini, tetapi tingkat ini kemungkinan besar sudah terlampaui pada bulan September," kata Kluge.

Namun Presiden Rusia Vladimir Putin membantah ekonomi negaranya sedang dalam masalah. Dia mengatakan, taktik 'economic blitzkrieg' Barat telah gagal, dan Rusia dapat mengatasi tekanan eksternal.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
5 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

5 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

6 hari lalu

Bahlil Pastikan Perusahaan Raksasa Rusia bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

6 hari lalu

Debat di DK PBB! China-Rusia Bela Iran, Tolak Pemberlakuan Kembali Sanksi Internasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal