Perjalanan Udara Anjlok, Swiss Air Lines Kurangi 1.000 Karyawan

Djairan
Maskapai Swiss International Air Lines atau Swiss Air Lines akan memangkas sekitar 1.000 karyawan selama dua tahun ke depan. (Foto: AFP)

BASEL, iNews.id - Maskapai penerbangan Swiss International Air Lines atau Swiss Air Lines akan memangkas sekitar 1.000 karyawan selama dua tahun ke depan. Hal itu karena krisis akibat Covid-19 yang semakin berdampak pada industri penerbangan. 

Pemangkasan akan dilakukan melalui skema sukarela dan menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). "Kami awalnya mengandalkan tiga tindakan alternatif, yakni pembekuan perekrutan, model kerja paruh waktu dengan pengurangan gaji, dan pensiun dini. Berdasarkan fluktuasi staf dalam beberapa tahun terakhir hingga saat pandemi corona, maka akan ada pemotongan 1.000 pekerja tanpa PHK,” ujar CEO Swiss Air Lines, Thomas Kluehr dikutip dari Reuters Senin (5/10/2020).

Sebelumnya, pemerintah Swiss telah memberikan jaminan pinjaman lebih dari 1 miliar euro (Rp17,4 triliun) kepada maskapai tersebut untuk membantunya mengatasi anjloknya perjalanan udara karena pandemi Covid-19. Seperti kebanyakan perusahaan sejenis, Swiss Air Lines tetap mengurangi karyawan dan armadanya.

Maskapai yang dimiliki oleh grup penerbangan terbesar Jerman, Lufthansa Group itu memiliki total 9.500 karyawan, menurut laporan keuangan kuartal II tahun ini. Kluehr, yang akan mengundurkan diri sebagai CEO pada akhir tahun ini mengatakan, krisis industri penerbangan akan berlangsung selama tiga hingga lima tahun. Dalam hal PHK, akan tergantung pada seberapa cepat pasar pulih

“Jika dalam jangka menengah hingga panjang kami memperkirakan bisnis Swiss menyusut hingga 20 persen, maka pemangkasan 1.000 karyawan sudah cukup. Namun, jika dalam jangka panjang lebih dari 20 persen, maka pengurangan karyawan akan lebih banyak” kata dia.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan bulan lalu, lalu lintas udara gagal pulih secepat yang diharapkan. Perjalanan pada Juli turun 80 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019, sedangkan penurunan dengan titik terendah terjadi di bulan April hingga 94 persen.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
12 hari lalu

Airlangga Ungkap Jumlah Orang Bekerja Lebih Banyak daripada PHK, Ini Data Terbarunya

12 hari lalu

Menperin Ungkap Penyebab PHK 178 Buruh di Cimahi, Ternyata Ini Biang Keroknya

13 hari lalu

Pabrik Garmen 30 Tahun di Cimahi Tutup Permanen, Ratusan Buruh Kena PHK Massal

27 hari lalu

Usai Dimediasi Polri-Kemnaker, 134 Buruh yang di-PHK PT Amos Dapat Pesangon Rp12,7 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal