PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melaporkan bahwa pihaknya terdampak kebijakan larangan ekspor batu bara. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Anggie Ariesta

JAKARTA, iNews.id - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melaporkan bahwa pihaknya terdampak kebijakan larangan ekspor batu bara. Hal tersebut di antaranya dampak material terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional, permasalahan hukum, sampai kelangsungan usaha, dan anak usaha.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (8/1/2022), Sumber Global Energy menyampaikan bahwa pihaknya telah memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) dengan pengiriman ke Merak Energi Indonesia sejak 2013.

”Kebijakan larangan ekspor batu bara berdampak material terhadap Perseroan. Itu mengingat mayoritas penjualan Sumber Global Energy untuk pasar ekspor,” ujar Corporate Secretary SGER Michael Harold.

Michael menambahkan, sisi kinerja keuangan Sumber Global Energy juga terimbas bahkan menekan pendapatan. Tidak hanya itu, kebijakan larangan ekspor juga berpotensi mendatangkan denda dari para pelanggan kepada Sumber Global Energy. Hal itu juga dinilai dapat menimbulkan perkara hukum akibat keterlambatan pengiriman batu bara.

”Kebijakan itu, berdampak penurunan sekitar 10 persen terhadap kelangsungan usaha,” kata dia.

Dalam kesempatan berbeda, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengaku kebijakan tersebut belum secara material mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan, khususnya bergerak bidang pertambangan dan perdagangan batu bara.

TBS Energi Utama dan anak usaha terus memonitor dampak atas kebijakan pelarangan ekspor batu bara tersebut. Larangan itu, bersifat sementara dan tidak secara material berdampak pada kinerja keuangan, kegiatan operasional, hukum, dan kelangsungan usaha, dan entitas anak.

”Kami terus memonitor perkembangan, dan berkomunikasi melalui asosiasi perusahaan batu bara indonesia,” ucap Dicky Yordan, Direktur Utama TBS Energi Utama.



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT