PHK di Industri Manufaktur Melonjak, Ini Penyebabnya

Michelle Natalia
Ilustrasi industri tekstil. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan alasan pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri manufaktur yang melonjak sepanjang 2022. 

Kepala BPS, Margo Yuwono, mengungkapkan alasan utama mengapa banyak PHK terjadi di industri manufaktur, khususnya tekstil akibat penurunan permintaan pasar global dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Penurunan permintaan pasar global ini sebagai dampak ancaman resesi AS," ujar Margo dalam rilis resmi Statistik di Jakarta, Senin (6/2/2023).

Sementara itu, BPS mencatat industri makanan dan minuman yang mengambil andil terbesar pada industri manufaktur mengalami pertumbuhan yang positif. Hal ini didukung oleh peningkatan bahan baku pertanian dan peningkatan produksi CPO dan CPKO.

"Hal ini juga didukung dengan tingginya permintaan luar negeri," ungkap Margo. 

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan bahwa akar permasalahan PHK karena situasi pasar global. Pasalnya, perekonomian dunia sedang melambat, maka hal ini berdampak pada sejumlah negara tujuan yang terkontraksi. 

Dia mencatat bahwa industri yang paling banyak melakukan PHK adalah industri yang mengandalkan ekspor. "Dengan adanya resesi, maka permintaan global pun menjadi anjlok," tutur Susiwijono.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
14 hari lalu

Jaguar Land Rover bakal PHK 4.000 Karyawan dalam 2 Tahun, Ini Penyebabnya

2 bulan lalu

Airlangga Ungkap Jumlah Orang Bekerja Lebih Banyak daripada PHK, Ini Data Terbarunya

2 bulan lalu

Menperin Ungkap Penyebab PHK 178 Buruh di Cimahi, Ternyata Ini Biang Keroknya

2 bulan lalu

Pabrik Garmen 30 Tahun di Cimahi Tutup Permanen, Ratusan Buruh Kena PHK Massal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal