Adapun konstruksi PLBN Terpadu Serasan dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Cipta Karya sejak 5 November 2020 dan ditargetkan kelar pada 27 Februari 2022. Saat ini, progres pembangunan fisiknya sudah mencapai 31,02 persen.
Untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN, dibangun berbagai fasilitas seperti gudang barang, gudang transit, mess dan wisma pegawai. Selain itu, kantor administrasi, tower air, tempat cuci mobil, empat rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya. Total nilai kontrak pembangunan PLBN Serasan sebesar Rp133,1 miliar, yang bersumber dari APBN 2020-2022.
PLBN Terpadu Serasan merupakan pos lintas batas negara yang berada di laut, sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan laut. Sehingga dalam pelaksanaan perlu perhatian khusus, namun tetap memperhatikan regulasi bangunan gedung negara dan bangunan gedung hijau, sehingga memudahkan dalam operasional dan pemeliharaannya.
Berdasarkan data, jumlah pelintas PLBN Serasan sekitar 30 orang per minggu. Namun keberadaan PLBN Terpadu Serasan memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Singapura, dan Malaysia bagian barat dan timur.
Ke depan, pembangunan kawasan perbatasan PLBN Terpadu Serasan tidak hanya bangunan pos lintas batas saja, tapi juga Kantor Syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. PLBN Serasan berjarak sekitar 536,61 kilometer (km) dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang.
Pengembangan PLBN merupakan wujud nyata implementasi dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar, melainkan di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.