PLTU Suralaya Dimatikan tapi Tak Kurangi Polusi Udara, Ini Kata Erick Thohir

Suparjo Ramalan
PLTU Suralaya milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. (Foto: istimewa)

"Tentu kita mendorong green economy, tadi kita memastikan ketika pembangkit-pembangkit di Jawa dimatikan, tapi kita mendukung, kita harus bersepakat juga solusi listriknya dari mana?," ungkap Erick Thohir. 

Penanganan polusi, lanjut Erick, harus didasarkan pada peta jalan atau blueprint. Pasalnya, Indonesia membutuhkan waktu jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan itu. 

Dia mencontohkan, otoritas China dan Brazil membutuhkan waktu 6-10 tahun untuk mengatasi polusi udara di Beijing dan San Paulo. Panjang waktu tersebut pun perlukan pemerintah Indonesia agar bisa menangani polusi di Jakarta. 

"Kita ingin ada percepatan, karena Beijing perlu 6 tahun, San Paulo butuh 10 tahun. Jadi Jakarta tidak mungkin juga 3 bulan ini diselesaikan masalah polusi. polusi ini harus kita lawan bersama-sama, harus ada bener blue print yang menyeluruh untuk menyelesaikan ini sama-sama," tutur Erick. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Erick Thohir Sindir Laga Malaysia vs Singapura: Kalian Mengerti Apa yang Terjadi!

3 hari lalu

Erick Thohir Beri Peringatan untuk Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Begini Katanya

3 hari lalu

Indonesia Butuh 1 Emas Lagi untuk Capai Target di Asian Games 2026, Erick Thohir: Perjuangan Belum Usai!

7 hari lalu

Prabowo Akan Bertemu Gianni Infantino jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal