"Mesti kita harus pastikan bahwa di era digital nanti kita jadi bangsa pemenang, bangsa yang bisa memastikan manfaat ekonomi digitalnya sebagian besar adalah untuk kita sendiri," kata Prabu.
Tak hanya itu, penting bagi Indonesia memperkuat budaya digital. Bahkan, pemerintah perlu merumuskan regulasi di sektor ini agar dapat mendorong pemanfaatan digital yang lebih masif lagi.
Prabu berhitung, Indonesia tengah menuju puncak era demografi, di mana mayoritas penduduknya didominasi oleh individu dengan usia produktif. Pada rentan usia ini, menjadi kesempatan besar bagi pemerintah untuk menguatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang digitalisasi.
"Nah ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk meningkatkan kompetensi kita dalam kanca global," ungkap Prabu.
Oleh karena itu, Indonesia harus bisa bergerak cepat, bergerak dengan presisi, bukan saja menjadi pengguna aplikasi atau menjadi pengguna games, bukan saja hanya mengembangkan fitur, namun bagaimana menjadi pemenangnya, menjadi produsen digital, dan menjadi pemain utama digital.