PPN Naik April 2022, APPBI Beberkan 3 Dampak Bagi Usaha Ritel

azhfar muhammad
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja. 9Foto: dok iNews)

Saat ini, lanjutnya, hampir semua negara di belahan dunia khususnya negara tetangga seperti Singapura dan Thailand, sedang berlomba untuk memberikan berbagai kemudahan dalam sektor perdagangan dan pariwisata guna pemulihan perekonomian. 

Dengan tingginya harga barang ritel di Indonesia akibat kenaikan PPN, pada akhirnya akan mendorong semakin maraknya masyarakat Indonesia berbelanja ke luar negeri.

3. Memperburuk Daya Beli Masyarakat 

Alphonzus memaparkan, kenaikan tarof PPN juga akan berdampak bago daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Turunnya daya beli masyarakart pada akhirnya akan semakin memberatkan pemulihan perdagangan dalam negeri yang menjadi salah satu pendorong utama dalam upaya pemulihan perekonomian Indonesia. 

Dia menambahkan, kenaikan tarif PPN berpotensi untuk menimbulkan berbagai masalah yang akan semakin memberatkan perekonomian nasional, khususnya untuk sektor ritel sebagaimana tersebut di atas. 

"Oleh karena itu, sebaiknya rencana kenaikan tarif PPN ditunda paling tidak selama 3 tahun ke depan atau sampai dengan kondisi perekonomian sudah pulih normal," ujar Alphonzus.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

KPK Panggil Wabup hingga Sekda Bogor terkait Dugaan Korupsi Pajak dan Retribusi

10 hari lalu

Resmi! Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN Selama Libur Nataru 2026

15 hari lalu

DJP Tegaskan Pajak Tak Bertentangan dengan Ajaran Islam: Kemaslahatan Bersama

17 hari lalu

Kemenkeu Pakai AI untuk Pantau Harta Orang Kaya, Begini Cara Kerjanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal