Prancis hadapi krisis energi, dapat bantuan Pasokan Solar dari UEA
Dinar Fitra Maghiszha

PARIS, iNews.id - Prancis sedang mengalami krisis energi karena Rusia menghentikan pasokan gasnya ke Eropa di tengah gelombang panas yang melanda benua tersebut. Kendati demikian, Prancis mendapatkan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA). 

Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan mendarat di Paris pada Senin (18/7/2022) waktu setempat untuk membahas energi masa depan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut laporan Istana Kepresidenan Prancis, Istana Elysee, itu merupakan kunjungan pertama seorang pemimpin UEA ke Prancis sejak 1991 dan perjalanan pertama Sheikh Mohammed ke negara Barat sejak menjabat sebagai presiden. 

Menurut sumber di Istana Elysee, agenda utama kedua pemimpin negara itu adalah menandatangani perjanjian untuk menjamin pasokan solar dari UEA ke Prancis. Macron dan Sheikh Mohammed juga mencari dana untuk proyek terkait iklim, serta peluang investasi sumber energi lain, termasuk hidrogen, nuklir, dan energi terbarukan.

"Agenda kunjungan didominasi isu energi. Kekhawatiran utama di Prancis adalah konsekuensi ekonomi dari perang di Ukraina," kata Anna Gardel, analis Teluk di MENA Observatory dari Jean Jaures Foundation, dikutip dari CNN Business, Selasa (19/7/2022).

"Saya tidak memperkirakan apa pun mengenai peningkatan produksi, terutama karena fakta UEA hampir mencapai kapasitas produksi mereka dan benar-benar terikat dengan format OPEC+," tambah Gadel.

Adapun kunjungan Sheikh Mohammed terjadi setelah perjalanan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi, karena kekuatan Barat berharap Saudi dan UEA akan meningkatkan produksi minyak untuk menurunkan melonjaknya harga energi akibat invasi Rusia ke Ukraina. Kekhawatiran atas pasokan energi Eropa telah meningkat lebih lanjut minggu ini di tengah kekhawatiran Rusia akan mematikan keran pada pipa Nord Stream 1.

"Kunjungan ini juga bisa menjadi pesan yang dikirim ke AS, yang merupakan sekutu lama UEA di kawasan itu dalam konteks di mana AS menarik diri dari kawasan tersebut, yang tidak dianggap sebagai sekutu yang dapat diandalkan lagi. Elysee memiliki banyak hal untuk dilakukan," tutur Gadel.

Sementara itu, Penasihat Kepresidenan UEA Anwar Gargash mengatakan, UEA mengarahkan pasokan minyaknya jauh dari timur jauh dan menuju Eropa. UEA juga berinvestasi dalam kapasitas energi yang lebih besar untuk memenuhi permintaan global setelah invasi Rusia ke Ukraina. 

Dia menambahakan, peringatan bahwa setiap keputusan tentang energi adalah bagian dari kelompok besar - mengacu pada OPEC dan sekutunya - dan UEA akan mematuhi keputusan kelompok itu.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT