Presiden Jokowi Tegaskan Dirinya Bukan Sekali Dua Kali Naik KRL

Rully Ramli
Presiden Joko Widodo saat berdesak-desakan dengan pengguna KRL Commuterline, Rabu (6/3/2019) lalu. (Foto: Ist)

Dia sengaja menaiki KRL di jam-jam sibuk untuk mengetahui persoalan langsung dari pengguna KRL. Saat menaikinya, dia mengaku merasakan kondisi yang sebenarnya.

“Mau bergerak saja tidak bisa, terutama yang dari Jakarta ke Depok itu mau bergerak saja tidak bisa,” kata Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendapatkan usulan dari pengguna KRL untuk menambah gerbong kereta. Namun, menurut dia, kalau menambah gerbong berarti akan menciptakan kemacetan di jalan umum karena banyak persimpangan yang dilewati. Untuk itu, kuncinya ada di jalur kereta layang (elevated).

“Itu saja, memang biaya besar tapi tidak ada jalan lain selain itu,” kata dia.

Selain KRL, Presiden menilai, perlu dibangun moda transportasi lain sebagai alternatif KRL. Misalnya, MRT dan LRT. Dia menyebut, moda transportasi massal di Jabodetabek terlambat dibangun, sehingga warga tidak bisa menikmati transportasi publik dengan nyaman.

"Ya tadi pas jam-jam seperti itu coba, mau goyang 1 senti saja tidak bisa. Kita bisa agak longgar, agak longgar itu pun masih berdiri, itu setelah dari Depok menuju Bogor karena yang turun sudah agak banyak,” tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gugatan Praperadilan Roy Suryo Diputuskan Hari Ini di Pengadilan Jakarta Selatan

57 tahun lalu

Jokowi bakal Safari ke Jateng, PDIP: Jangan Sombong Ganti Kandang Banteng Jadi Gajah

57 tahun lalu

Lagi, Roy Suryo Ajukan Praperadilan Gugat Polda Metro Jaya

57 tahun lalu

Kubu Jokowi Sebut Praperadilan Roy Suryo Ulur Waktu Proses Hukum: Ada Niat Lain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal