Produksi Tembaga dan Emas Freeport di Tambang Grasberg Papua Anjlok

Koran SINDO
Tambang Grasberg Freeport Indonesia. (Foto: Ant)

”Seiring transisi dari tambang terbuka ke bawah tanah, produksi logam diharapkan meningkat pada 2021,” ujar Adkerson.

Laporan tersebut menyebutkan, rata-rata pengeluaran modal tahunan PTFI untuk proyek pengembangan tambang bawah tanah mencapai USD0,7 miliar per tahun untuk periode empat tahun dari 2019 hingga 2022.

Selama paruh pertama 2019, PTFI menggunakan kuota ekspor yang disetujui sekitar 180.000 metrik ton konsentrat untuk periode ekspor saat ini yang berakhir pada 8 Maret 2020.

Dengan volume produksi yang diperkirakan lebih tinggi, PTFI sudah meminta persetujuan dari pemerintah untuk meningkatkan kuota ekspor pada periode saat ini. PTFI berharap bisa menerima persetujuan tambahan kuota ekspor pada kuartal III/2019.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan, permintaan persetujuan tambahan ekspor dari PTFI masih dalam proses evaluasi.

”Ini sedang diproses dan dievaluasi,” kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Penembakan di Area Grasberg Mimika, Karyawan Freeport Tewas

Nasional
2 bulan lalu

Izin Tambang Freeport Diperpanjang 20 Tahun, RI Dapat 12 Persen Saham di 2041

Nasional
4 bulan lalu

Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua

Nasional
5 bulan lalu

Freeport Indonesia Targetkan Tambang Grasberg Beroperasi Penuh Tahun Depan usai Longsor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal