Jisman mengakui, mandeknya program clean cooking menjadi salah satu penyebab realisasi belanja Ditjen Ketenagalistrikan masih sangat minim, yakni 6,8 persen per akhir Mei 2023 dari pagu anggaran Rp709,4 miliar di 2023. Tak hanya itu, program clean cooking ternyata belum mendapatkan alokasi anggaran untuk tahun 2024, yaitu untuk 680.000 rumah tangga sebesar Rp340 miliar.
Sebelumnya dikabarkan, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana juga telah menyebutkan bahwa masih adanya blokir anggaran yang cukup besar di Ditjen Ketenagalistrikan.
"Seperti yang sudah kami sampiakan sebelumnya khususnya kegiatan clean cooking untuk rumah tangga, dan juga Ditjen EBTKE untuk kegiatan PJUTS dan Ditjen Migas untuk kegiatan konkret nelayan dan petani," ucap Dadan.