PT Timah Bukukan Penurunan Keuntungan 18,5 Persen di Semester I 2020

Aditya Pratama
PT Timah Tbk (TINS) melaporkan keuntungan pada semester I 2020 sebesar Rp7,98 triliun turun 18,5 persen dibandingkan semester I 2019. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Timah Tbk (TINS) melaporkan penurunan keuntungan pada semester I 2020. Keuntungan perusahaan tercatat sebesar Rp7,98 triliun, turun 18,5 persen dibandingkan semester I 2019 sebesar Rp9,79 triliun.

Direktur Keuangan Timah, Wibisono mengatakan, harga pokok produksi menurun 13,5 persen menjadi Rp7,73 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,93 triliun. Jika dilihat dari perspektif kuartal I 2020 dengan kuartal II 2020, perbaikan terlihat pada Gross Profit Margin (GPM) yang naik menjadi 3,1 persen dari sebelumnya -4,0 persen.

"Pada kuartal II tercatat laba kotor sebesar Rp249,94 miliar atau naik signifikan dari kuartal I minus Rp173,6 miliar. Di samping itu, Net Profit Margin (NPM) naik menjadi -4,9 persen dari sebelumnya -9,4 persen. Pada kuartal II tercatat rugi bersih sebesar Rp390,07 miliar berhasil ditekan dari posisi kuartal I sebesar Rp412,86 miliar," ujar Wibisono dalam Public Expose Live 2020, Jumat (28/8/2020).

Wibisono menuturkan, pada semester I 2020 tercatat kenaikan signifikan pada cashflow operasi PT Timah menjadi Rp3,17 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu minus Rp3,33 triliun.

"Membaiknya cashflow operasi merupakan indikator sehatnya finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka pendeknya. Posisi utang bank jangka pendek mampu turun 37 persen menjadi Rp5,56 triliun," kata dia.

Pada kinerja operasi semester I-2020, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 24.990 ton atau turun 47,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 47.423 ton. Adapun produksi logam turun 26,2 persen menjadi 27.833 ton, serta penjualan logam turun 0,3 persen menjadi 31.508 ton.

Dalam kurun waktu tersebut perseroan mencatatkan ekspor timah sebesar 98,3 persen dengan lima negara tujuan ekspor terbesar, di antaranya Singapura 17,9 persen, Korea 16,2 persen, China 14,8 persen, Amerika Serikat 11,2 persen dan India 11,2 persen. Total kontribusi ekspor timah ke lima negara tersebut mencapai 71,3 persen.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
3 bulan lalu

Kejagung Ungkap Alasan Sita Tas Mewah hingga Perhiasan Sandra Dewi dalam Korupsi Timah

Nasional
3 bulan lalu

Potret Harta Karun Bernilai Fantastis di Babel yang Dikembalikan Prabowo ke PT Timah

Nasional
3 bulan lalu

Daftar Lengkap Aset Sitaan Kasus Korupsi Diserahkan ke PT Timah, Nilainya Rp7 Triliun

Nasional
3 bulan lalu

Jumbo! Kandungan Monasit di Aset Rampasan Korupsi Nilainya Tembus 200.000 Dolar AS per Ton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal