Kalau pengeluaran Anda sebulan sekitar Rp5 juta, Anda harus memiliki dana darurat setidaknya Rp15 juta dengan rincian Rp5 juta di ATM yang bisa diambil kapan saja dan Rp10 juta ditaruh di deposito dan reksa dana pasar uang. Tujuan dana darurat adalah untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga.
Sisa uang Anda kini Rp35 juta. Anda harus mulai menginvestasikan sebagian dana itu pada instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil yang menguntungkan. Pertama, tetap tujuan keuangan. Apakah anak Anda masuk sekolah dua tahun lagi? Apakah Anda ingin membeli rumah tiga tahun lagi? Atau Anda menargetkan menikah tahun depan sambil Anda mencari pasangan?
“Sediakan dananya di reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap,” kata Yasmeen. Dua instrumen ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu maksimal tiga tahun.
Namun, bila Anda merasa belum membutuhkan uang tersebut dalam waktu dekat, maka Anda bisa menetapkan tujuan keuangan jangka panjang seperti dana pensiun atau membeli properti secara tunai. Kemudian, taruh dana tersebut di reksa dana campuran atau reksa dana saham.
Jika dana Anda masih tersisa, maka Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk membayar uang muka rumah pertama bagi yang belum memiliki rumah. Namun, bagi yang sudah memiliki rumah, Anda bisa menggunakannya untuk menjalani hobi seperti traveling, fotografi, atau sekedar membeli ponsel atau video game terbaru. Ini penting sebagai bentuk apresiasi kepada diri Anda karena berhasil mendapatkan atau menyisihkan uang tersebut.