Putin Larang Warga Rusia Transfer Valas ke Luar Negeri Mulai Hari Ini

Jeanny Aipassa
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Foto: Reuters

Pemerintah Inggris juga meminta warganya untuk tidak melakukan semua perjalanan ke Rusia dan menyatakan seluruh pelabuhan di Inggris tertutup untuk kapal apa pun milik Rusia. 

Mata uang Rubel Rusia anjlok pada perdagangan awal pekan ini, Senin (28/2/2022). Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga utamanya lebih dari dua kali lipat menjadi 20 persen, sebagai langkah darurat setelah Barat memberlakukan sanksi ekonomi lebih lanjut selama akhir pekan lalu.

Sanksi ekonomi itu, termasuk keputusan Barat untuk membekukan cadangan mata uang utama Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sanksi Barat ini berpotensi menghancurkan stabilitas keuangan negara itu.

Seiring dengan larangan yang dikeluarkan Rusia, kartu debit  dari bank Rusia tak dapat difungsikan untuk transaksi valas. Hal itu, diakui Katya, warga Kota Moskow. “Kartu bank Rusia saya tidak berfungsi lagi. Saya juga ingin menukar rubel yang saya miliki dengan uang tunai, tetapi nilai tukarnya sangat buruk sehingga tidak ada gunanya”, kata Katya, kepada The Independent.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Kapolri Dorong Tjimande dan Debus Banten Jadi Kekuatan Budaya, Bisa Hasilkan Devisa

2 hari lalu

Ini Isi RUU Sanksi untuk Rusia yang Disahkan DPR AS, Bisa Incar Negara Lain

2 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

7 hari lalu

Momen Prabowo, Modi, Putin dan Xi Jinping Berbincang Hangat di Sela KTT BRICS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal