Presiden Rusia Vladimir Putin sebut sanksi Barat picu krisis ekonomi global.
Dinar Fitra Maghiszha

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, sanksi Barat kepada Rusia telah memicu krisis ekonomi global dan gelombang inflasi yang menghancurkan. Adapun sanksi tersebut diberikan karena Rusia melakukan invasi ke Ukraina.  

Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu mendorong Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menjatuhkan sanksi besar-besaran kepada Rusia dan para elitnya. Menurut Putin, sanksi Barat justru memicu krisis global yang akan menyerang Uni Eropa dan memicu kelaparan di beberapa negara termiskin di dunia. 

"Kesalahan ini sepenuhnya terletak pada elit negara-negara Barat yang siap mengorbankan seluruh dunia untuk mempertahankan dominasi global mereka," kata Putin, dikutip dari Reuters, Sabtu (14/5/2022). 

Namun, kata Putin, Rusia akan menghadapi tantangan tersebut. 

"Rusia dengan percaya diri menghadapi tantangan eksternal berkat kebijakan makroekonomi yang bertanggung jawab dalam beberapa tahun terakhir dan keputusan sistemik untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, teknologi, dan ketahanan pangan," ujarnya.

Upaya Barat untuk mengisolasi Rusia secara ekonomi, yang merupakan salah satu produsen sumber daya alam terbesar di dunia telah membuat melonjaknya harga makanan dan energi di dunia. Ekonomi Rusia sendiri berada di jalur untuk berkontraksi lebih dari 12 persen pada 2022, penurunan terbesar dalam produk domestik bruto (PDB) sejak 1991.

Adapun kinerja Rusia yang baik di bawah sanksi Barat, Putin menunjuk pada kekuatan rubel. Dia mengatakan, rubel telah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik tahun ini. Rubel menguat menjadi 65 terhadap dolar AS pada Kamis (12/5/2022), level yang terakhir terlihat pada awal 2020, didorong oleh kontrol modal yang harus diterapkan Moskow untuk melindungi ekonomi setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Putin juga mengatakan, Rusia merupakan salah satu pengekspor gandum terbesar di dunia. Kini berada di jalur yang tepat untuk mengumpulkan rekor panen tahun ini.

Dia juga mengatakan kepada para menterinya ingin membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi yang stabil dan peningkatan pendapatan riil. Inflasi di Rusia berada di jalur untuk mencatat angka tertinggi sejak 1999.

Menteri Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov setuju dengan Putin bahwa ekonomi menunjukkan ketahanan. Dia menambahkan, situasi pasar tenaga kerja stabil dan inflasi mulai melambat. Sementara tantangan utama yang dihadapi ekonomi Rusia adalah gangguan dalam rantai pasokan dan pengurangan impor yang signifikan.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT