JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sejak awal Kementerian BUMN didirikan, dualisme kepemimpinan di BUMN sudah dipraktikkan. Rangkap jabatan sejumlah pejabat negara di perusahaan pelat merah sudah terjadi sejak 1998.
Erick menuturkan, upaya perbaikan melalui sejumlah regulasi tetap dilakukan. Meski begitu, faktor kapasitas kepemimpinan (leadership) profesional tetap menjadi pertimbangan dan akan dipertanggungjawabkan.
"Rangkap jabatan di Kementerian BUMN itu sebelum saya sudah terjadi. Sudah berjalan dari tahun pertama pembentukan BUMN di tahun 1998. Perbaikan kita lakukan. Karena itu, saya bilang, porsi dari leadership profesional yang kita tarik sekarang itu, saya pertanggungjawabkan, di mana Pak Candra di BTN, ada bekas menteri, ada Pak Doni Monardo di MIND ID untuk apa tugasnya? Karena saya tahu lingkungan hidup Pak Doni sangat proven, tambang ke depan harus friendly dengan alam," tutur Erick, Senin (15/11/2021).
Meski tak mengelak banyak petinggi perseroan yang rangkap jabatan, pilihan pemegang saham adalah orang-orang yang memiliki kapabilitas yang mumpuni.
"Lalu kita taruh figur-figur lain, saya tak bisa sebutkan satu per satu, dan banyak sekali sekarang di jajaran direksi kan juga kita tarik dari the best talent yang Indonesia punya," ujarnya.