Rapid Test Mahal, Budi Karya Minta Sri Mulyani Berikan Subsidi

Aditya Pratama
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Biaya test cepat (rapid test) Covid-19 saat ini dinilai terlalu mahal. Muncul wacana agar biaya rapid test disubsidi negara.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengakui cukup banyak calon penumpang yang mengeluhkan mahalnya biaya rapid test. Tes tersebut kini menjadi salah satu syarat agar calon penumpang boleh terbang.

Menhub mengatakan, biaya rapid test seringkali lebih mahal daripada harga tiket pesawat. Hal ini tentu saja memberatkan mereka.

Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu mengungkapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati supaya biaya rapid test disubsidi dari anggaran Covid-19.

"Kami sedang minta ke Menteri Keuangan agar rapid test diberikan subsidi kepada mereka mereka yang akan berjalan," katanya saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Wamenhub Ungkap Sewa Jet Pribadi Meningkat saat Lebaran 2026

Nasional
5 hari lalu

Kemenhub Ungkap Angka Fatalitas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 31 Persen

Health
5 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
5 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal