JAKARTA, iNews.id - Biaya test cepat (rapid test) Covid-19 saat ini dinilai terlalu mahal. Muncul wacana agar biaya rapid test disubsidi negara.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengakui cukup banyak calon penumpang yang mengeluhkan mahalnya biaya rapid test. Tes tersebut kini menjadi salah satu syarat agar calon penumpang boleh terbang.
Menhub mengatakan, biaya rapid test seringkali lebih mahal daripada harga tiket pesawat. Hal ini tentu saja memberatkan mereka.
Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu mengungkapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati supaya biaya rapid test disubsidi dari anggaran Covid-19.
"Kami sedang minta ke Menteri Keuangan agar rapid test diberikan subsidi kepada mereka mereka yang akan berjalan," katanya saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2020).