Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono. (Foto istimewa).
Iqbal Dwi Purnama

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono bersama wakilnya, Dhony Rahajoe melakukan rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Joko Widodo pada Selasa (23/8/2022). Setelah ratas, Bambang menyampaikan ada pembicaraan mengenai skema dan jenis insentif yang siap diberikan kepada calon investor di IKN Nusantara

Dia menyebut, dalam waktu dekat akan segera diterbitkan Peraturan Presiden (Perpers) mengenai jenis insentif apa saja yang akan diterima calon investor IKN.

"Insya Allah dalam satu bulan ke depan kita ingin akan ada satu percepatan untuk keluarnya rancangan insentif ini, yang judulnya kira-kira insentif khusus untuk kemudahan berinvestasi di Ibu Kota Negara, IKN Nusantara," ujar Bambang usai Ratas di Istana Kepresidenan, Selasa (23/8/2022).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Otorira IKN Nusantara, Dhony Rahajoe menambahkan, ada tiga aspek yang bakal diatur dalam Perpres pemberian insentif. Pertama, kemudahan berusaha, perizinan, dan fasilitas insentif yang sebelumnya sudah diberikan sebelum namun dimodifikasi lebih menarik.

Dhony menjelaskan, untuk kemudahan berusaha mencakup masalah pertanahan yang masa izinnya dimungkinkan untuk diberikan lebih lama daripada yang ada saat ini.

Sedangkan, untuk kemudahan perizinan, Dhony memastikan bahwa skema pengajian izin untuk investor di IKN Nusantara nantinya bakal lebih sederhananya dan ramping.

"Misalnya tempat tinggal, bisa hak milik. Kemudian mengenai HGB ini memang sedang dibahas bagaimana bisa sekali mengajukan bisa dapat panjang, lebih dari 30 tahun, yang berlaku sekarang kan 30 tahun," ucap Dhony.

Meski demikian, menurutnya hingga saat ini prinsip itu tengah dimatangkan sebelum siap diberikan kepada investor. Memanjakan investor memang menjadi hal yang dilakukan pemerintah, sebab 80 persen pembiayaan pembangunan IKN Nusantara diandalkan dari investasi.

"Prinsip-prinsip itu yang sedang kita godok, nanti pada saatnya nanti setelah ditanda tangan saya kira itu yang akan final," ujarnya.



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT