"Meningkatnya jumlah kasus baru dan lambannya kemajuan vaksinasi membuat pembatasan mobilitas tidak mungkin dilonggarkan dalam waktu dekat dan ini kemungkinan akan mengurangi permintaan minyak untuk beberapa waktu," ujarnya.
Dalam laporan bulanannya yang diterbitkan pada Rabu, Badan Energi Internasional melukiskan gambaran pesimistis yang tak terduga dari tren permintaan. Lembaga tersebut memprediksi, permintaan minyak kembali ke level sebelum Pandemi Covid-19, yaitu pada 2023.
Untuk pekan ini, minyak mentah WTI turun 6,4 persen, sementara Brent jatuh 6,8 persen.