Rebound, Harga Minyak Brent Dijual 64,53 Dolar AS per Barel

Aditya Pratama
Harga minyak naik. (Foto: AFP)

"Meningkatnya jumlah kasus baru dan lambannya kemajuan vaksinasi membuat pembatasan mobilitas tidak mungkin dilonggarkan dalam waktu dekat dan ini kemungkinan akan mengurangi permintaan minyak untuk beberapa waktu," ujarnya.

Dalam laporan bulanannya yang diterbitkan pada Rabu, Badan Energi Internasional melukiskan gambaran pesimistis yang tak terduga dari tren permintaan. Lembaga tersebut memprediksi, permintaan minyak kembali ke level sebelum Pandemi Covid-19, yaitu pada 2023.

Untuk pekan ini, minyak mentah WTI turun 6,4 persen, sementara Brent jatuh 6,8 persen. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

ESDM: Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Cuma untuk BBM, Industri Kebagian

Nasional
5 hari lalu

Menlu Ungkap Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Angkut 2 Juta Barel Minyak Mentah 

Nasional
6 hari lalu

Mendag Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng Naik gegara Plastik Mahal

Internasional
9 hari lalu

Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas di Bawah USD90 per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal