Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, berjalan di podium saat KTT G20 Italia 2021. (Foto: Reuters)
Jeanny Aipassa

WASHINGTON, iNews.id - Negara-negara Barat mengancam akan melakukan aksi walk-out jika delegasi Rusia menghadiri pertemuan menteri keuangan (Menkeu) G20 yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Rabu (20/4/2022). 

Pada Selasa (19/4/2022), Kremlin telah mengonfirmasi bahwa Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, akan memimpin delegasi Rusia dalam pertemuan tersebut, terlepas dari protes keras diplomat Barat. 

Negara-negara Barat menyatakan bersiap untuk menggelar aksi walk-out terkoordinasi sebagai bentuk protes atas invasi Rusia ke Ukraina. Tindakan itu, untuk menyiratkan kepada Rusia bahwa mereka dikeluarkan dari konferensi dunia. 

“Sepanjang dan setelah pertemuan kami pasti akan mengirimkan pesan yang kuat dan kami tidak akan sendirian dalam melakukannya,” kata sumber otoritas Jerman, seperti dikutip Reuters, Selasa (19/4/2022). 

Beberapa sumber menyebut Menkeu dari negara-negara G7 di bawah komando AS berencana meninggalkan pertemuan G20 yang dihadiri delegasi Rusia. Negara-negara G7 terdiri dari AS, Kanada, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.

Pejabat Departemen Keuangan AS menyebut Menkeu AS, Janet Yellen, berencana untuk menjauh dari pertemuan G20 yang diikuti oleh pejabat Rusia. 

Pernyataan senada juga disampaikan pejabat kementerian keuangan Prancis, yang mengungkapkan bahwa menkeu dari negara-negara G7 akan walk-out ketika delegasi Rusia memulai pembicaraan.

Masing-masing pejabat Prancis dan Jerman menyatakan tidak akan ada komunike yang disepakati pada akhir pertemuan yang awalnya karena pembicaraan tentang keadaan sistem ekonomi dunia dan koordinasi vaksin dan berbagai upaya pandemi.

Menjelang pertemuan Menkeu G20, yang berlangsung bersamaan dengan pertemuan umum lembaga Keuangan Dunia, seorang pejabat utama IMF memperingatkan bahaya sistem ekonomi dunia yang terpecah-pecah.

"Satu keadaan adalah salah satu tempat kita sekarang telah membagi blok yang tidak banyak membeli dan menjual satu sama lain, yang memiliki persyaratan yang sama sekali berbeda, dan itu mungkin menjadi malapetaka bagi sistem ekonomi dunia," kata Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT