Gugatan itu akan disidangkan pada 5 Januari mendatang. Sementara LVMH telah membantahnya, sebaliknya menuduh bahwa perusahaan AS itu telah salah mengelola bisnis selama pandemi Covid-19. Namun, LVMH mengatakan, bersedia untuk melanjutkan kesepakatan dan akan menepati janji.
Sebelumnya diketahui, kesepakatan yang diteken November 2019 itu memiliki batas waktu penutupan paling lambat 24 November 2020. Akan tetapi, Tiffany meminta untuk diperpanjang hingga 31 Desember.
Setelah itu, pemerintah Prancis memerintahkan LVMH untuk menundanya hingga awal tahun depan, karena sengketa perdagangan dengan AS terkait pajak barang-barang Prancis masih memanas. Covid-19 juga ditengarai memengaruhi rencana akuisisi. Karena itu CEO LVMH Bernard Arnault tampaknya ingin mencari harga yang lebih rendah untuk membeli Tiffany.