"Salah satu yang harus kita persiapkan kalau subsidi ini harus tepat sasaran adalah data, dan data itu Data tunggal yang jadi pegangan, pedoman bagi semua kementerian dan lembaga," katanya.
"Ya, itu Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan sudah mudah-mudahan bisa terwujud dan berdasarkan data itu kita bekerja," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana pengkajian kebijakan subsidi energi dikonversi menjadi BLT.
Bahkan, Airlangga mengatakan kebijakan ini sudah didiskusikan dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Negara, Selasa (5/11/2024). Namun, pemerintah masih memperdalam dan menghitung kompensasi tersebut.