Sosok Orang Tionghoa di Balik Kemunculan Bakpia Yogyakarta

Ikhsan Permana SP
Bakpia merupakan oleh-oleh ikonik khas Yogyakarta. Bakpia terbentuk dari pengaruh akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. (Foto: Istimewa)

Misalnya, Liem Bok Sing dan penerusnya, Yung Yen, memberi merek “Bakpia Patuk 75”, karena awal mulanya dia membuka usaha di Jalan Pathuk nomor 75. 

Lalu, Tan Aris Nio, perintis lanjutan dari jajanan Bakpia Pathuk, memberi merek “Bakpia Pathuk 25” karena awal mulanya dia membuka usaha di Jalan Pathuk nomor 25.

Demikian seterusnya dan saat warga sekitarnya, baik yang tinggal di tepi jalan maupun di dalam kampung, turut membuka usaha rumahan dengan produk bakpia pun memberi merek dengan nomor rumahnya masing-masing, misalnya Bakpia 55, Bakpia 57, Bakpia 45, Bakpia 145, Bakpia 531, Bakpia 545, Bakpia 515, Bakpia 99, dan lainnya.

Seiring berjalannya waktu kemudian muncul merek-merek Bakpia baru tanpa menggunakan nomor-nomor tertentu, misalnya Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Djava, Bakpia Vista, dan masih banyak lagi.

Pemberian merek itu tentunya sesuai dengan kehendak masing-masing pengusahanya dan bukan lagi merujuk pada nomor rumah atau nomor toko mereka membuka usaha.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
5 hari lalu

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Api Membumbung Tinggi di Bagian Atap

12 hari lalu

Profil Susilo Nugroho, Si Den Baguse Ngarso yang Meninggal Dunia di Usia 67 Tahun

12 hari lalu

Jenazah Den Baguse Ngarso Akan Dimakamkan di Makam Krapyak Sore Ini

12 hari lalu

Kabar Duka, Seniman Susilo Nugroho Si Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal