Stabilkan Harga Gabah, Kementan Minta Stakeholder Serap Hasil Panen di Madiun

Rizqa Leony Putri
Kementerian Pertanian (Kementan) meminta stakeholder terkait untuk mengamankan stabilitas pasokan dan harga gabah saat panen raya. (Foto: dok Kementan)

MADIUN, iNews.id - Percepatan serapan gabah petani kembali dilakukan pemerintah untuk menjaga harga di tingkat produsen tidak jatuh, sehinga petani dapat menikmati hasil panennya. Kementerian Pertanian (Kementan) minta stakeholder terkait untuk mengamankan stabilitas pasokan dan harga gabah saat panen raya.

Hal ini juga dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan pangan aman dan terkendali, sehingga perlu didorong kerja sama dengan stakeholder terkait termasuk seperti Perum Bulog, dan Kostraling dalam rangka penyerapan gabah petani.

Tim Kementan yang dipimpin Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi pada rapat koordinasi di Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun hari Minggu (10/4/2022) mengungkapkan bahwa kunjungan ke lapangan sebagai upaya agar pihak terkait dapat menyerap hasil panen petani untuk membantu menstabilkan harga gabah saat panen. 

Pada kesempatan tersebut, ditandatangani kesepakatan penyerapan gabah petani bulan April-Mei 2022 oleh Kostraling sebanyak 5 ton, oleh Perum Bulog sebanyak 2.200 ton gabah atau setara 1.400 ton beras serta komitmen Bank BRI menyediakan KUR bagi Kostraling dalam penanganan panen dan pascapanen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sodik Heri Purnomo mendukung penuh langkah yang dilakukan Kementan tersebut. Dua tahun terakhir, Kabupaten Madiun produksi padinya meningkat. Pada 2021, tercatat sebesar 165.000 ton, surplus mencapai 330.000 ton.

“Di Madiun hasil produksi cukup menggembirakan. Kalau permasalahan selama ini di pupuk dan pasca panen. Solusinya pupuk dengan memanfaatkan pupuk organik dan pupuk non subsidi. Pasca panen dengan optimalisasi combine besar,” sebut Sodik

Dinas Pertanian dan Perikanan Madiun telah mencoba membuat demplot seluas 70 hektare. Hasilnya ternyata provitas meningkat dari 6,8 hingga 7 ton per hektare menjadi 10 ton per ha, tanpa menggunakan pupuk subsidi.

Harga padi dari demplot tersebut dinilai cukup menjanjikan, yaitu sekitar Rp5.250 per kilogram. Panen pun dilakukan dengan combine yang mampu menekan loses menjadi 10-15 persen.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

Mentan Amran soal Polisi Aktif di Kementeriannya: Sangat Membantu

Nasional
11 hari lalu

PN Jaksel Putuskan Tidak Berwenang Mengadili Gugatan Mentan Amran Rp200 Miliar ke Tempo

Nasional
11 hari lalu

PN Jaksel Tolak Gugatan Rp200 Miliar Mentan Amran terhadap Tempo

Bisnis
29 hari lalu

Menteri Imipas Panen Jagung di Sidoarjo, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal