Supaya Laku, Tarif MRT Harus Sesuai Kemampuan Membayar Konsumen

Rully Ramli
MRT Jakarta. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan segera beroperasi bulan ini. Namun, tarif moda transportasi massal tersebut tak kunjung ditentukan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI masih tarik ulur soal besaran tarif yang akan disubsidi kepada penumpang. Pemprov DKI telah mengusulkan kepada DPRD DKI tarif MRT sebesar Rp10.000. Dengan demikian, subsidi tarif yang diberikan mencapai Rp21.659.

Jumlah subsidi tersebut lebih dari 60 persen tarif normal. Dari hitung-hitungan tersebut, Pemprov DKI harus mengalokasikan subsidi Rp572 miliar dalam APBD setiap tahun.

"Dalam pandangan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), besaran tarif MRT harus benar-benar memperhatikan aspek ability to pay atau kemampuan membayar konsumen," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Dia menyarankan, perlunya survei yang komprehensif soal porsi belanja transportasi konsumen MRT dari total pengeluaran dan pendapatan. Apabila tidak mempertimbangkan faktor ini, MRT tidak akan laku.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
12 hari lalu

Asyik! Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit MNC Bank, Tinggal 'Tap.Ride.Go'

23 hari lalu

HUT ke-81 RI, Naik Transjakarta hingga MRT Jakarta Cuma Rp8 Hari Ini

25 hari lalu

Proyek MRT Bundaran HI-Kota Capai 62,68 Persen, Kapan Rampung?

1 bulan lalu

Catat! Rekayasa Lalin di Glodok-Kota Imbas Proyek MRT Mulai 10 Agustus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal