Tak Sanggup Bayar Utang Jatuh Tempo, Pendiri Evergrande Dapat Bantuan dari Pemerintah Guangdong

Jeanny Aipassa
Pendiri China Evergrande Group, Hui Ka Yan. (Foto: Istimewa)

Dalam permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Guandong, Evergrande menyatakan mengingat status likuiditas grup saat ini, tidak ada jaminan bahwa grup akan memiliki dana yang cukup untuk terus melakukan kewajiban keuangannya. 

“Jika grup tidak dapat memenuhi kewajiban penjaminan atau kewajiban keuangan tertentu lainnya, hal itu dapat menyebabkan kreditur menuntut percepatan pembayaran,” bunyi kutipan surat permohonan Evergrande.

Bank Sentral China, PBOC, mengatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa mereka akan bekerja dengan pemerintah Guangdong dan departemen pemerintah terkait untuk membantu menyelesaikan risiko dan mempromosikan pengembangan pasar properti negara yang stabil dan sehat.

“Krisis Evergrande terutama akibat salah urus dan ekspansi butanya sendiri. Risiko masing-masing perusahaan tidak akan memengaruhi penggalangan dana pasar normal dalam jangka menengah hingga panjang,” bunyi pernyataan PBOC.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Temui Purbaya, AHY Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh  

Megapolitan
11 hari lalu

DPRD bakal Panggil Direksi RSUD Kota Bekasi, Bahas Utang Rp70 Miliar

Makro
12 hari lalu

Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gagal Bayar 2026

Nasional
25 hari lalu

Momen Purbaya Kaget KSAD Ngutang untuk Bangun Jembatan di Aceh: Saya Baru Tahu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal