Tak Sanggup Bayar Utang Jatuh Tempo, Pendiri Evergrande Dapat Bantuan dari Pemerintah Guangdong

Jeanny Aipassa
Pendiri China Evergrande Group, Hui Ka Yan. (Foto: Istimewa)

Dalam permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Guandong, Evergrande menyatakan mengingat status likuiditas grup saat ini, tidak ada jaminan bahwa grup akan memiliki dana yang cukup untuk terus melakukan kewajiban keuangannya. 

“Jika grup tidak dapat memenuhi kewajiban penjaminan atau kewajiban keuangan tertentu lainnya, hal itu dapat menyebabkan kreditur menuntut percepatan pembayaran,” bunyi kutipan surat permohonan Evergrande.

Bank Sentral China, PBOC, mengatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa mereka akan bekerja dengan pemerintah Guangdong dan departemen pemerintah terkait untuk membantu menyelesaikan risiko dan mempromosikan pengembangan pasar properti negara yang stabil dan sehat.

“Krisis Evergrande terutama akibat salah urus dan ekspansi butanya sendiri. Risiko masing-masing perusahaan tidak akan memengaruhi penggalangan dana pasar normal dalam jangka menengah hingga panjang,” bunyi pernyataan PBOC.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
2 hari lalu

APBN Tanggung Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun, Purbaya: Cicilan Tak Akan Molor

2 hari lalu

APBN Bayar Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp40 Triliun per Tahun, Ini Skemanya

3 hari lalu

Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

3 hari lalu

APBN Tanggung Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun, Purbaya: Cicilan Pertama Dibayar September

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal