Tanah Negara di Perkotaan bakal Dibangun Hunian Murah, Harganya Bisa Turun 50 Persen

Iqbal Dwi Purnama
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar tanah-tanah negara yang berada di perkotaan untuk dibangun hunian murah. (Foto: Ist)

Fahri menyebut, salah satu biang keladi kemacetan di kota besar karena ratusan ribu pekerja keluar masuk kota pada saat hari kerja. Ini karena masyarakat sulit mendapatkan hunian di perkotaan karena harganya yang lebih mahal.

"Kalau memanfaatkan tanah negara di perkotaan untuk dibangun rumah, itu sudah bisa turun 50 persen, karena harga tanah di perkotaan itu 40 persen dari harga rumah," tuturnya.

Menurutnya, pertumbuhan keluarga baru di tengah naiknya harga tanah di perkotaan membuat masyarakat harus mencari rumah di luar kota. Sehingga setiap harinya, mereka harus keluar masuk kota dan terjadilah kemacetan.

Dalam kesempatan itu, Fahri juga melaporkan adanya potensi lahan untuk pembangunan perumahan yang tersebar di seluruh Indonesia. Seperti aset milik Badan Bank Tanah seluas 33.116 hektare, tanah terindikasi terlantar yang dicatat Kementerian ATR/BPN sebanyak 79.925 hektare, dan tanah kas desa seluas 17,49 juta hektare yang tersebar di seluruh Indonesia.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Prabowo Bertemu Dubes Pakistan Zahid Hafeez, Bahas Pertahanan hingga KTT D8

Nasional
6 jam lalu

Menteri KKP Lapor Prabowo, Progres Pembangunan Kampung Nelayan Sudah Capai 50%

Nasional
7 jam lalu

Prabowo Minta Pembangunan Kampung Nelayan Dikebut, Ini Alasannya

Nasional
8 jam lalu

KSAU Pakistan Temui Prabowo di Istana, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal