Targetkan Kunjungan Wisman Singapura 3,6 Juta Orang, Menparekraf: Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja

azhfar muhammad
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, kedatangan wisatawan dari Singapura membuka peluang ekonomi untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja. (Foto: Kemenparekraf)

Pada 2019, sebelum pandemi Sandiaga Uno mengungkapkan Singapura merupakan negara penyumbang kedatangan wisatawan mancanegara terbesar ketiga yang masuk ke Indonesia.

"Batam dan Bintan adalah gerbang kedua para wisatawan asal Singapura masuk setelah Bali. Jadi, targetnya dalam 6-12 bulan ke depan kita akan kembalikan dengan konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," tuturnya.

Pihaknya juga melakukan proses relaunching peluncuran kembali pariwisata Indonesia bagi masyarakat dan pelaku usaha sektor pariwisata di Singapura.

"Kebetulan pengalaman saya di marketing jadi saya melihat tadi dalam situasi seperti ini kita bisa menyiapkan event-event besar untuk menangkap minat tinggi pariwisata yang ada di Singapura," ujarnya.

"Target tahun ini wisawatan Singapura yang datang ke Indonesia sebanyak 1,8 juta - 3,6 juta orang. Tentunya, secara bertahap ditingkatkan dengan berkelanjutan, mengutamakan pariwisata yang berkualitas," sambungnya.

Apabila dulu lama perjalanan wisawatan Singapura sangat singkat, Kemenparekraf mengupayakan pembenahan di sejumlah wisata di Batam, Bintan dan destinasi lainnya sehingga tidak hanya membuat mereka tinggal lebih lama, tapi juga berbelanja kebutuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Saya pernah tinggal 6 tahun di Singapura. Ini seperti nostalgia, saya punya optimisme bahwa kita akan bisa bangkit bersama. Saya ingin ke depannya kita bisa saling bekerja sama mewujudkan pemulihan," ujarnya.

Sandiaga Uno mengaku memahami karakter para pelancong wisatawan asal Singapura yang hendak berkunjung ke Indonesia.

"Saya paham sekali mereka sangat memerlukan sesuatu yang kekinian. Salah satunya program anak-anak libur sekolah, menanam mangrove bakau di Batam dan Bintan yang saat ini sedang berupaya mengurangi emisi karbon," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Bukan Sekadar Berkarya, Kementerian Ekraf Dorong Musisi Jadi Motor Ekonomi!

Bisnis
19 hari lalu

Mandiri Institute: Lapangan Kerja Berkualitas Kunci Resiliensi Kelas Menengah

Megapolitan
21 hari lalu

Jakarta Jadi Kota Teraman Nomor 2 se-ASEAN, Ungguli Bangkok dan Manila

Nasional
22 hari lalu

Eksklusif! Debat Terbuka Said Didu vs Backstagers Indonesia: Korupsi EO di Proyek Pemerintah Triliunan Rupiah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal