Tarif LRT Jakarta Rp10.000-14.000, Asian Games Diskon Jadi Rp6.000

Koran SINDO
Pekerja dibantu alat berat menarik gerbong kereta ringan/Light Rail Transit (LRT) di Pelabuhan Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/4/2018). Sebanyak satu rangkaian atau dua gerbong kereta ringan/LRT tiba di Pelabuhan Car Terminal, Jakarta

“Pada prinsipnya, tarif tidak menggunakan mekanisme subsidi. Kami beranggapan sekitar Rp10.000-14.000. Ada batas atas dan bawah. Jadi, ketika traffic kosong bisa lebih murah,” kata Satya.

Meskipun LRT baru sampai Velodrom-Kelapa Gading, pengguna LRT untuk mencapai Dukuh Atas hanya cukup mengeluarkan sekitar Rp10.000- 14.000. Saat perhelatan Asian Games, rencananya ada diskon menjadi Rp6.000.

Dalam waktu dekat Jakpro akan duduk bersama dengan DPRD DKI membahas tarif supaya sebisa mungkin tidak meminta subsidi berupa public service obligation (PSO). Pertemuan dengan DPRD juga akan membicarakan pembangunan fase II dari Velodrom menuju Tanah Abang yang rencananya memakai skema Kerja Sama Peme - rintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU). Nantinya pihak swasta melakukan investasi untuk membangunnya.

“Hitungan tarif itu tetap dari Kelapa Gading hingga Dukuh Atas. Tarif tidak boleh di atas taksi dan ojek online. Tarif taksi ke Dukuh Atas sekitar Rp36.000-41.000. Sepeda motor Rp19.000-24.000 sehingga tarif LRT Rp10.000-14.000 masih terjangkau. Tidak perlu macet,” kata Satya.

Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana meminta PT Jakpro bersama Pemprov DKI dan Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Trans portasi Jabodetabek (BPTJ) mematangkan trase LRT yang menjadi kewenangan DKI sebelum membahas tarif se hingga integrasi moda transportasi tercipta dan tidak berimpitan dengan moda transportasi massal lainnya.

Sejauh ini Jakpro dan Pemprov DKI belum memiliki trase LRT yang jelas. Rencana per panjangan ke Tanah Abang menjadi salah satu contoh belum matangnya kajian trase, padahal trase itu penting agar moda transportasi massal terinte grasi. “Integrasi itu bukan hanya fisik. Sistem pembayaran dan jadwalnya juga harus terintegrasi,” ucapnya. (Bima Setiyadi).

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Megapolitan
21 hari lalu

Pemprov DKI Pastikan 15 Golongan Gratis Naik Transportasi Umum Berlanjut Tahun Ini

Megapolitan
21 hari lalu

Penumpang Transjakarta-MRT Tembus 461 Juta Orang Sepanjang 2025, Meningkat 16,65 Persen

Megapolitan
1 bulan lalu

Selain MRT, LRT Jakarta Beroperasi hingga Dini Hari pada Malam Tahun Baru

Megapolitan
3 bulan lalu

Pramono soal Tarif LRT Manggarai-Velodrome: Jadi Saja Belum

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal