Terancam Bangkrut, Nasib Produsen Snack Taro Diputuskan Senin Depan

Rully Ramli
Aneka ragam snack yang diproduksi PT Putra Taro Palomo dan PT Balaraja Bisco Paloma. (Foto: Facebook)

Michael menjelaskan, voting dalam PKPU dilakukan per jenis kreditur. Kedua kreditur, baik konkruen maupun separatis harus menyetujui proposal perdamaian yang diajukan. Jika tidak, produsen snack tersebut terancam bangkrut.

PTP dan BPP menjalani proses PKPU sejak 5 September 2018 dengan nomor 117/Pdt/Sus PKPU/2017/PN Jkt.Pst. Permohonan ini diajukan oleh Bank UOB Indonesia.

Kedua perusahaan itu diketahui memiliki tagihan Rp427,93 miliar dan 4,54 juta dolar AS (Rp67,87 miliar). Dengan kata lain, totalnya mencapai Rp495,8 miliar.

Khusus tagihan UOB nilainya mencapai Rp190,71 miliar. Angka ini sudah termasuk denda dan bunga. Jika dirinci ada kredit commited term loan Rp88,5 miliar, fasilitas trust receipt dan clear trust receipt Rp83,85 miliar, serta fasilitas overdraft Rp18,36 miliar.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
7 tahun lalu

Produsen Snack Taro Lolos dari Jerat Pailit, BEI Tunggu Rencana Bisnis TPS Food

Bisnis
7 tahun lalu

Joko Mogoginta Dicopot, Hengky Koestanto Jadi Direktur Utama AISA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal