Terdampak Kebijakan Moneter Global, Menkeu: Risiko Pasar Keuangan Indonesia Meningkat

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah dan dolar. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Risiko pasar keuangan Indonesia meningkat akibat dampak kebijakan moneter global yang semakin ketat dipengaruhi oleh lonjakan inflasi.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, pasar keuangan Indonesia terdampak normalisasi kebijakan moneter global. Hal itu, sudah terlihat menjelang pengumuman FOMC Meeting Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) pada 15 Juni 2022. 

Sri Mulyani menyebut isu terkait inflasi dan pengetatan kebijakan moneter akan menimbulkan gejolak yang cukup tinggi di pasar keuangan. Situasi ini dikhawatirkan mempengaruhi nilai tukar rupiah.

"Kita harus mewaspadai karena sekarang risiko bergeser dengan adanya inflasi, kenaikan suku bunga dan likuiditas, maka risiko di sektor keuangan menjadi meningkat," kata Sri Mulyani, dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022).

Dia menjelaskan, nilai tukar rupiah memang mengalami depresiasi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, depresiasinya jauh lebih baik dibandingkan negara-negara setara alias peers.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Makro
4 hari lalu

Inflasi Maret 2026 Sebesar 0,41% Didorong Harga BBM hingga Daging Sapi

Makro
4 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Nasional
6 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Keuangan
20 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal