Sementara itu, Pemerintah Inggris memastikan tidak akan campur tangan, termasuk memberikan bantuan (bailout) kepada Thomas Cook. "Tidak ada kepentingan strategis nasional untuk melakukan hal itu," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab.
Kebangkrutan Thomas Cook mengonfirmasi suramnya bisnis penerbangan, terutama di Eropa. Dalam belasan tahun terakhir, agen travel menghadapi perang harga dengan menawarkan diskon besar-besaran untuk paket perjalanan dan tiket pesawat yang menggerus keuntungan. Ditambah lagi, karakter bisnisnya yang bersifat musiman dan rawan bila terjadi terorisme atau kekacauan politik.
Didirikan pada tahun 1840, Thomas Cook didirikan oleh pengusaha era Victorian dengan nama yang sama. Cook memulai bisnis perjalanan kereta api di kawasan Midland Inggris. Sayap bisnis perusahaan lalu melebar seiring meningkatnya kelas menengah yang memiliki lebih banyak waktu dan uang untuk berlibur ke seantero Eropa.
Pasca Perang Dunia ke-2, Thomas Cook menjadi perusahaan kereta api milik negara. Namun, Thomas Cook keluar dari bisnis kereta api dan fokus pada dua lini bisnis yaitu agen perjalanan dan maskapai.
Kini, seluruh penerbangan dan paket liburan Thomas Cook harus dibatalkan secara mendadak. Bangkrutnya perusahaan itu menyisakan sekitar 20.000 staf, baik Inggris maupun global, kehilangan pekerjaan.
"Ini menjadi momen yang paling menyedihkan bagi perusahaan yang menjadi pionir paket liburan dan membuat jutaan orang di seluruh dunia bisa berlibur," ujar Fankhauser.