Tiga Tahun Jadi Bantalan Ekonomi, Mentan: Jangan Anggap Remeh Pertanian

Iqbal Dwi Purnama
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Foto: dok iNews)

"Saya melihat inflasi di sejumlah negara terus mengalami kenaikan. Di Uni Eropa mencapai 9,6 persen, Amerika 9,1 persen, Inggris, 8,2 persen, Korea 6,1 persen. Tapi di Indonesia, alhamdulillah masih terjaga di angka 4,4 persen," ungkap Syahrul.

Mentan menyebut salah satu faktornya adalah konsistensi pemerintah dan seluruh stakeholder dalam menjaga pasokak pangan yang cukup. Misalnya pada produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Disisi lain, ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.

Dia menjelaskan, sektor pertanian merupakan sumber daya yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia, apalagi bagi Indonesia di mana 270 juta jiwa membutuhkan makanan setiap harinya. 

"Kita terus dorong penguatan sektor pertanian karena pangan tidak boleh berhenti. arahan Bapak Presiden meminta penguatan produksi pangan nasional, dan itu kita terus lakukan,” tutur Syahrul.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Februari 2026

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Pastikan THR ASN Cair Pekan Pertama Ramadan 2026

Nasional
5 hari lalu

Kopi Andalan Ekspor RI, Mentan Ingin Jadi Produk Olahan Bernilai Tinggi

Bisnis
6 hari lalu

Optimalisasi Struktur Keuangan, Komitmen Bank Mandiri sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal