Salah satu transformasi yang dijalankan adalah penguatan bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu. Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik bagi pengguna jasa bandara.
Sementara itu, Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang maupun masyarakat umum. Konsep ini didukung oleh sistem pemeriksaan keamanan secara desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gate keberangkatan.
Kemudian, area komersial di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan konsep single flow, serta penyediaan gerai dengan merek-merek ternama global (global brand), baik Duty Free Shop, FnB, dan Lounges.
Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah memperbaiki akses dari/ke dalam bandara, serta mempercepat proses keberangkatan di antaranya dengan menyediakan lebih banyak fasilitas pemeriksaan keamanan di security checkpoint. Pembaharuan ini memberikan waktu lebih bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama di dalam Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Adapun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 telah membuka terminal baru yang dilengkapi dengan area komersial modern. Beroperasinya terminal baru ini menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15,5 juta penumpang/tahun atau naik secara signifikan dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang/tahun.
Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan kontribusi pendapatan non-aeronautika akan terus ditingkatkan sebagaimana best practice yang ada di industri kebandarudaraan global.
“Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30 persen sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Kami akan terus memperkuat bisnis, baik aeronautika maupun non-aeronautika, untuk mencapai struktur pendapatan yang semakin kuat, pertumbuhan usaha berkelanjutan, dan InJourney Airports terus menciptakan nilai tambah bagi industri aviasi, pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian nasional,” katanya.
Di sisi pembiayaan, InJourney Airports telah berhasil menata ulang struktur pembiayaan dari kreditur dengan konsep Injourney Group Financial Solutions pada kuartal I-2026. Dampak nyata dari penataan struktur pembiayaan ini adalah beban bunga pada semester I-2026 turun 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.