Trump Kalah, TikTok Berharap Ancaman Blokir di AS Dicabut

Djairan
TikTok terancam diblokir besok, 12 November jika perusahaan asal China tersebut gagal menjual sebagian sahamnya kepada perusahaan AS. (Foto: ilustrasi/Ist)

Pada September, ByteDance sepakat menjual 20 persen saham TikTok di AS kepada Oracle dan Walmart. Namun Trump menolak karena ingin perusahaan AS menjadi pengendali saham TikTok di AS. Kesepakatan itu berada dalam ketidakpastian di tengah transisi kepemimpinan di AS.

"Dua bulan sejak proposal kami disetujui namun akhirnya terkendala. Kmi telah menawarkan solusi detail untuk menyelesaikan perjanjian itu, tetapi AS tidak menerima masukan dari kami, khususnya soal kekhawatiran privasi data," kata TikTok.

Alasan Trump memaksa TikTok melepas operasionalnya di AS adalah masalah privasi data pengguna yang diduga disetor ke pemerintah China. TikTok telah meminta perpanjangan 30 hari untuk terus mengupayakan solusi permasalahan itu yang mencangkup data 100 juta pengguna di AS.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

Ekonom Ungkap Perjanjian Tarif Dagang Bisa Untungkan RI meski Dibatalkan Mahkamah Agung AS

Internasional
3 jam lalu

Utusan Khusus Trump Akui Iran Tak Bisa Diancam

Internasional
18 jam lalu

Greenland Tolak Mentah-Mentah Bantuan RS Terapung Trump, Sindir Berobat di AS Harus Bayar

Internasional
23 jam lalu

Mantan Agen CIA Sebut Trump Mungkin Perintahkan Serang Iran 23 atau 24 Februari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal