Vale Indonesia Siap Suplai Nikel untuk Bahan Baterai Mobil Listrik

Okezone
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Febriany menyebut, investasi smelter membutuhkan dana yang cukup besar. Apalagi, tambang di Pomalaa akan dijadikan bahan baku baterai mobil listrik sehingga membutuhkan teknologi yang saat ini belum ada di Indonesia. Dengan begitu, nantinya smelter di tambang Pomalaa akan menjadi pionir pengolahan nikel untuk baterai mobil listrik di Indonesia.

"Kebanyakan produksi nikel Indonesia itu, bentuknya feronikel dan NPI, ini kelas dua. Jadi tidak bisa dipakai untuk baterai mobil listrik. Nanti, prosesnya akan berbeda dengan yang sekarang ini, karena akan banyak menggunakan bleaching," ujar Febriany.

Selain Pomalaa, dia menyebut, Vale Indonesia juga berencana membangun smelter di Bahodopi, Sulawesi Tengah. Calon mitra untuk membangun dua smelter itu tengah melakukan studi kelayakan di kedua tambang di Pulau Sulawesi itu.

Febriany berharap, studi dari calon mitra bisa rampung tahun ini sehingga proses pembangunan smelter bisa segera dilakukan. Ada tiga calon mitra yang dikabarkan akan menggandeng Vale Indonesia yaitu dari Jerman, Jepang, dan China.

Dua tambang ini menjadi pertaruhan bagi Vale Indonesia karena akan berpengaruh pada nasib kontrak karya (KK) di Pomalaa dan Bahodopi. (Ulfa Arieza)

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Wuling Pastikan Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta? 

3 hari lalu

Bakal Panaskan GIIAS 2026, Ini Alasan Hyundai Boyong Ioniq 3

4 hari lalu

Hyundai Siapkan Kejutan Mobil Listrik Prototipe 7-Seater di GIIAS 2026

4 hari lalu

BAIC T1 Meluncur di Indonesia, Bidik 16 Persen Pasar Crossover EV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal