Wamen BUMN Sebut Transformasi Industri Asuransi dan Dapen di RI Butuh Waktu 10 Tahun

Suparjo Ramalan
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, transformasi industri asuransi dan dapen di Indonesia membutuhkan waktu 5-10 tahun.

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, industri asuransi dan dana pensiun (dapen) di dalam negeri perlu dilakukan transformasi. Adapun waktu yang dibutuhkan sekitar 5-10 tahun. 

Dia menungkapkan, kontribusi asuransi jiwa lokal masih sangat rendah dibandingkan pemain asing. Penyebabnya, kata dia, karena pendidikan, produk, hingga faktor lain. 

"Ini sesuatu yang harus kita pahami bagaimana agar perusahaan asuransi lokal dapat mulai menjadi lebih kompetitif, efisien, dan lebih dapat bersaing dengan perusahaan joint venture (JV) dan pemain asing," kata Tiko saat ditemui wartawan di kawasan Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Menurutnya, sektor asuransi dan dana pensiun perlu melakukan lompatan besar. Hal tersebut harus dimulai dengan memberikan literasi dan produk yang tepat kepada konsumen. 

Dengan begitu, dia berharap, sektor ini akan menjadi produktif dan efisien. Kendati demikian, transformasi ini belum bisa dilakukan segera. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Taspen Buka Suara soal Rencana Penyaluran Gaji dan Pensiun ASN lewat Koperasi

5 hari lalu

Wujud Nyata Transformasi Layanan, Pegadaian Tembus Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

11 hari lalu

TASPEN Gelar GRC Insight Forum 2026, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Penguatan Tata Kelola dan Kolaborasi Proaktif

20 hari lalu

MNC Sekuritas Dorong Literasi Investasi Peserta Dana Pensiun Universitas Trisakti

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal