“Purbalingga memiliki banyak produsen dan eksportir bulu mata palsu dan wig yang berkualitas hingga ke mancanegara. Tidak hanya itu, Kabupaten Purbalingga juga siap menyambut pembeli dari Nigeria untuk datang berkunjung ke pabrik dan melakukan kerja sama bisnis,” kata Hendro.
Dia menjelaskan, keunggulan produk bulu mata dan rambut palsu Indonesia adalah kualitas bahan baku rambut asli yang kemudian dijadikan rambut palsu dengan kualitas akhir yang baik. Semua itu berkat tenaga kerja yang terampil.
Hendro menyebut, produk bulu mata palsu, wig, dan hair extension Indonesia sangat berpeluang untuk terus didorong ke pasar Nigeria. Pada 2020, Nigeria mengimpor produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension hingga senilai 573 juta dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, impor Nigeria dari Indonesia untuk produk-produk tersebut baru mencapai 295.000 dolar AS.
“Peluang pasar bagi produk-produk buatan Indonesia tersebut masih sangat terbuka lebar. Sekitar 70 persen perempuan Nigeria berusia di atas 17 tahun menggunakan produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension dalam keseharian mereka. Kami mengajak para produsen dan eksportir bulu mata, rambut palsu, dan hair extension Indonesia untuk semakin memanfaatkan peluang pasar yang besar ini,” kata Hendro.
Pada pertemuan ini, para calon pembeli dari Nigeria menunjukkan ketertarikan dengan produk-produk Purbalingga tersebut. Mereka bertukar kontak dan berdiskusi dengan para produsen Purbalingga terkait sejumlah hal, di antaranya pengiriman katalog dan sampel, kapasitas produksi, serta kemungkinan mengunjungi fasilitas produksi bulu mata, rambut palsu, dan hair extension di Purbalingga.
Salah satu calon pembeli dari Nigeria, Clinton Jeijosh, menyampaikan keinginannya melanjutkan negosiasi dengan para produsen di Purbalingga ini. “Kami melihat Purbalingga merupakan pusat produksi produk-produk ini dan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar. Kami tertarik melakukan komunikasi bisnis lebih lanjut,” ujar Clinton.