Ketegangan di Timur Tengah, Harga Minyak Naik Tipis

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Bahrain mengatakan akhir pekan lalu bahwa sebuah ledakan yang menyebabkan kebakaran pada pipa minyak utama pada hari Jumat disebabkan oleh sabotase yang dihubungkan ke Iran. Sementara, Iran sendiri membantah tudingan tersebut.

Meskipun terjadi ketegangan di Timur Tengah dan penurunan pasokan OPEC, para pedagang berhati-hati dalam proyeksi kenaikan harga lebih lanjut. Pasalnya, saat ini AS tengah menyiapkan pengeboran baru yang berpotensi menambah pasokan di pasar.

Produsen minyak AS telah menambahkan sembilan rig minyak dalam sepekan sampai 10 November, lompatan terbesar sejak Juni, sehingga jumlah totalnya mencapai 738, perusahaan layanan energi Baker Hughes General Electric Co mengatakan pada hari Jumat.

Jumlah rig menjadi indikator hasil produksi ke depan. Bahkan jumlah rig saat ini juga jauh lebih tinggi dari tahun lalu di mana hanya 452 rig yang aktif.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa industri minyak AS nyaman beroperasi pada tingkat harga minyak mentah saat ini.

Produsen minyak AS telah meningkatkan produksi lebih dari 14% sejak pertengahan 2016 ke rekor 9,62 juta barel per hari.

Hal ini menyebabkan penurunan harga minyak mentah berjangka pada akhir Jumat dari level tertinggi dua tahun yang dicapai pada awal pekan lalu, kata para pedagang.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
8 jam lalu

Trump Posting Gambar Peta Selat Hormuz Milik AS

9 jam lalu

Gencatan Senjata 60 Hari dengan AS Berakhir, Ini Komentar Iran

16 jam lalu

Tak Jelas Kapan Berakhir, Perang Timur Tengah Mulai Bikin Negara Teluk Gerah

16 jam lalu

Iran Tegaskan Pasukan AS Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal