Hitung Beban Cicilan dan Biaya Lain
Bagaimana bila arus kas masih memungkinkan untuk menambah cicilan? Anggaplah saat ini beban cicilan Anda masih memakan 15 persen dari penghasilan rutin. Dengan begitu, Anda masih memiliki ruang 15 persen lagi untuk menambah cicilan. Apabila memang barang yang hendak Anda cicil tersebut mendesak, opsi cicilan masih bisa digunakan.
Terlebih dahulu, periksalah beban cicilannya. Termasuk di sini adalah berapa besar bunga dan berapa besar denda keterlambatan cicilan. Bila bunganya ternyata cukup besar, apakah Anda sanggup menanggung pembayarannya tiap bulan? Ingat, menambah cicilan berarti ruang keuangan Anda menjadi semakin sempit. Karena itu, menghitung secara rinci efek cicilan terhadap arus kas pribadi sangat penting.
Pertimbangkan Lama Cicilan
Arus kas Anda mungkin masih bisa menanggung cicilan barang tersebut. Namun, sampai seberapa lama? Umumnya, metode pembayaran dengan cicilan menawarkan tenor mulai dari tiga bulan sampai 24 bulan. Bunga cicilan biasanya juga dipengaruhi oleh tenor pinjaman. Semakin lama tenor pinjaman, boleh jadi bunganya lebih mahal.
Bila Anda memakai kartu kredit, mungkin bisa memakai cicilan nol persen. Namun, tetap perlu diperhitungkan, bila mengambil cicilan nol persen sampai lebih dari enam bulan, misalnya, ada biaya tahunan kartu yang harus Anda bayarkan kelak. Selain itu, perhitungkan juga efek lama cicilan tersebut terhadap arus kas pribadi Anda. Semakin lama tenor cicilan yang Anda ambil, semakin lama pula beban utang harus ditanggung. Karena itu, lebih baik bila memilih tenor cicilan yang tidak terlalu lama dengan nominal beban cicilan yang masih masuk dalam batas aman debt service ratio keuangan pribadi yakni 30 persen.