5 Tips Cermat Sebelum Membeli Barang dengan Cicilan
Misalnya, bila Anda membeli laptop untuk mendukung pekerjaan, laptop merupakan modal usaha yang sifatnya produktif. Sebaliknya, bila laptop hanya digunakan untuk pelengkap hiburan semata, nilai ekonomisnya tidak ada sehingga murni sebagai barang konsumtif. Begitu juga bila yang Anda cicil adalah pembayaran paket liburan. Liburannya sudah lewat, tetapi beban pembayarannya masih berlangsung di masa depan.
Tentu hal itu secara psikologis juga tidak menguntungkan. Memilih mencicil, Anda akan terikat tenor pinjaman sampai periode tertentu. Keuangan pribadi pun harus menyesuaikan diri dengan beban cicilan tersebut. Selain itu, harga barang yang dibeli dengan cara mencicil biasanya lebih mahal dibanding bila dibeli secara tunai. Jadi, akan kurang menguntungkan bila pembelian dilakukan dengan cara cicilan.
Sadari Kemampuan Keuangan
Memilih opsi cicilan artinya Anda harus rela keuangan pribadi akan terbebani tagihan selama periode tertentu. Misalnya, Anda memutuskan membeli sebuah smartphone dengan memanfaatkan cicilan selama 12 bulan. Ini berarti selama 12 bulan Anda harus bisa mengalokasikan sejumlah dana untuk membayar cicilan gadget tersebut agar tidak menunggak. Bila sampai menunggak, maka akan ada biaya lagi yang harus Anda bayar.
Hal penting sebelum memutuskan mencicil barang tentu memeriksa lebih dulu kondisi keuangan. Untuk menjaga kondisi keuangan pribadi tetap sehat, idealnya seseorang perlu memastikan beban cicilan yang dia tanggung maksimal memakan 30 persen dari total pendapatan bulanan. Jadi, bila penghasilan rutin Anda saat ini mencapai Rp10 juta, beban pembayaran utang yang boleh ditanggung maksimal sebesar Rp3 juta per bulan. Itu termasuk segala jenis cicilan utang, mulai dari cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) bila ada, tagihan kartu kredit, cicilan kredit tanpa agunan, cicilan kredit kendaraan bermotor, dan sebagainya. Jangan nekat mengambil cicilan apabila saat ini beban cicilan Anda melebihi 30 persen dari pendapatan rutin, agar kondisi keuangan tetap sehat.
Petimbangkan Kebutuhan Penting
Membeli barang dengan cara mencicil, terlebih barang tersebut sifatnya adalah barang konsumtif, sebaiknya Anda pikirkan ulang bila kondisi keuangan sebenarnya belum ideal. Misalnya, ternyata nilai dana darurat dan investasi untuk rencana-rencana Anda di masa depan masih jauh dari ideal. Begitu juga bila pos kebutuhan lain yang lebih penting, seperti pos kebutuhan proteksi melalui pembelian polis asuransi, ternyata belum terpenuhi. Pastikan untuk lebih dulu memiliki keuangan yang sehat dan ideal sebelum memakai pendapatan untuk hal yang sifatnya cenderung tersier atau bisa ditunda.