Akhiri Reli, Wall Street Ditutup Terkoreksi Imbas Prospek Suram Perusahaan

Anggie Ariesta
Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (19/10/2022). (Foto: Reuters)

Hal itu, lanjutnya, semakin diperparah dengan pengumuman inflasi Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan. Data menunjukkan inflasi Inggris mencapai 10,1 persen pada bulan September mendorong saham Eropa untuk mematahkan kenaikan beruntun mereka baru-baru ini.

"Ini sebagian jeda setelah reli. Pasar sedang mengambil nafas," kata Peter Tuz, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/10/2022).

Sementara David Keator, mitra di Keator Group, perusahaan manajer investasi di Lenox, Massachusetts, mengatakan pelaku pasar menyeimbangkan serangkaian pendapatan perusahaan, seiring kekhawatiran akan prospek ke depan yang suram.

Hal itu, terutama dilakukan terhadap sejumlah saham, antara lain Procter & Gamble, Travelers Companies Inc (TRV.N), dan Baker Hughes Co (BKR.O). 

"Pasar masih tidak yakin kapan The Fed akan menyadari apa yang telah mereka lakukan. The Fed menjalankan mandatnya untuk menangani inflasi dengan serius, tetapi ada terlalu banyak obrolan tentang pengetatan," ungkap David Kreator.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
24 jam lalu

Danantara Ungkap 52 Persen BUMN Masih Rugi, Hanya 15 Perusahaan Beri Dividen

2 hari lalu

Deretan Miliarder Baru Lahir dari IPO Tahun Ini, Siapa Saja?

8 hari lalu

Hong Kong Masih Jadi Pusat Miliarder Asia, Total Kekayaan Tembus Rp5.737 Triliun

11 hari lalu

Menaker Ungkap Banyak WNA Duduki Jabatan di Perusahaan RI, Apa Penyebabnya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal