Apa itu saham blue chip? ketahui contoh dan keuntungannya yuk!
Aditya Pratama

JAKARTA, iNews.id - Saham blue chip adalah salah satu istilah dalam investasi saham. Bagi investor saham tentu tidak asing dengan istilah ini. 

Mengutip Economic Times, saham blue chip adalah saham dari perusahaan yang sangat besar dengan sejarah panjang kinerja keuangan yang sehat. Saham blue chip dikenal memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi pasar yang sulit dan memberikan pengembalian yang tinggi dalam kondisi pasar yang baik. 

Saham blue chip umumnya berharga mahal karena memiliki reputasi baik. Selain itu, kerap menjadi pemimpin pasar di sektornya. 

Istilah blue chip diciptakan oleh seorang karyawan di Dow Jones bernama Oliver Gingold pada 1923. Istilah ini menjadi populer setelah Gingold yang saat itu berdiri di dekat ticker saham sebuah perusahaan pialang memperhatikan pergerakan sejumlah saham yang diperdagangkan dengan harga lebih dari 200 dolar Amerika Serikat (AS) per saham. 

Dia menyebut saham-saham tersebut sebagai saham blue chip dan menulis tentang saham tersebut. Sejak saat itu, saham blue chip digunakan untuk merujuk pada saham dengan harga tinggi dan berkualitas tinggi.  

Sementara itu, sebagian orang mengaitkan saham blue chip dengan koin atau chip biru dalam permainan poker, di mana chip biru memiliki nilai tertinggi, sedangkan putih memiliki nilai terendah.

Contoh Saham Blue Chip

Saham blue chip biasanya merupakan komponen dari indeks paling terkemuka. Mengutip Investopedia, di Amerika Serikat, saham blue chip masuk dalam Dow Jones Industrial Average, Standard & Poor's (S&P) 500, dan Nasdaq 100. Sedangkan di Kanada berada di TSX-60 dan di Inggris, FTSE Index. 

Sementara di Indonesia, saham blue chip masuk dalam Indeks LQ45, di mana ada 45 emiten dengan kategori saham blue chip. Dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut 45 saham blue chip di Indeks LQ45 periode efektif konstituen 29 September 2021 sampai dengan Januari 2022:

1. Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
2. Adaro Energy Tbk (ADRO)
3. AKR Corporindo Tbk (AKRA)
4. Aneka Tambang Tbk (ANTM)
5. Astra International Tbk (ASII)
6. Bank Central Asia Tbk (BBCA)
7. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
8. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
9. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
10. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
11. Barito Pacific Tbk (BRPT)
12. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
13. Bukalapak.com Tbk (BUKA)
14. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
15. Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

16. XL Axiata Tbk (EXCL)
17. Gudang Garam Tbk (GGRM)
18. H.M. Sampoerna Tbk (HMSP)
19. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
20. Vale Indonesia Tbk (INCP)
21. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
22. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
23. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
24. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
25. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
26. Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
27. Kalbe Farma Tbk (KLBF)
28. Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
29. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
30. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

31. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
32. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
33. Bukit Asam Tbk (PTBA)
34. PP (Persero) Tbk (PTPP)
35. Pakuwon Jati Tbk (PWON)
36. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
37. Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
38. Timah Tbk (TINS)
39. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
40. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
41. Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
42. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
43. United Tractors Tbk (UNTR)
44. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
45. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Keuntungan Saham Blue Chip

Saham blue chip dianggap sebagai pilihan investasi yang menarik untuk jangka panjang. Selain itu, ada keuntungan lain dari saham blue chip. Berikut ini lima keuntungan saham blue chip, dikutip dari Accounting Capital:

1. Pendapatan Stabil

Jika sebuah saham memiliki pendapatan yang stabil, itu berarti manajemen top di perusahaan tersebut melakukan sesuatu yang benar karena telah membawa pada stabilitas. Pendapatan yang stabil berarti pengembalian yang baik untuk portofolio Anda dan itu tetap menjadi tujuan utama untuk semua investasi.

2. Pembayaran Dividen

Terlepas dari kondisi pasar, investor saham blue chip mendapatkan pengembalian yang stabil atas investasi mereka. Pengembalian tersebut dihasilkan dalam bentuk dividen yang diberikan kepada investor setiap tiga bulan. 

3. Keuangan Kuat

Perusahaan blue chip memiliki keuangan yang kuat, misalnya mereka tidak terlalu terbebani dengan utang, rasio keuangan mereka utuh dan terlihat dalam batas yang ditentukan, memiliki siklus operasi yang efisien dan lainnya. Ini mengarah pada volatilitas yang lebih sedikit, risiko minimal dan sangat terbatas pada risiko penurunan, yang pada akhirnya membantu investor mengurangi risiko dengan tetap memperhatikan seluruh profil investasi. 

4. Diversifikasi

Saham blue chip menyediakan fitur untuk membantu Anda mengurangi seluruh profil risiko, sehingga jika Anda berinvestasi di saham yang lebih berisiko dan memiliki peluang lebih besar untuk gagal, blue chip dapat membantu Anda menutupi sebagian kerugian. Bisnis ini biasanya memiliki lini bisnis yang terdiversifikasi, demografi, dan berbagai saluran pendapatan yang pada gilirannya membantu mereka mengurangi risiko dari kegagalan operasional.

5. Memberikan Keunggulan Kompetitif

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif atas pemain lain di industri mereka. Saham blue chip memiliki keunggulan kompetitif karena efisiensi biaya, nilai waralaba, menjadi pemimpin pasar, memberikan penawaran berkualitas tinggi dan meningkatkan goodwill atau kontrol distribusi.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT