Apa yang Dimaksud dengan Relative Strength Index pada Investasi Saham? Simak Penjelasannya

Rina Anggraeni
Investor perlu memahami apa yang dimaksud dengan Relative Strength Index pada investasi saham. RSI dikenal sebagai parameter momentum. (Foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Investor perlu memahami apa yang dimaksud dengan Relative Strength Index pada investasi saham. Adapun Relative Strength Index atau RSI dikenal sebagai parameter momentum, yakni mengukur pergerakan harga.

Peningkatan momentum menandakan saham sedang dibeli secara aktif, sedangkan penurunan mengindikasikan melemahnya tren saham bersangkutan. 

Selain momentum, apa yang dimaksud dengan Relative Strength Index pada investasi saham juga menjadi parameter osilasi. Artinya, trader dapat mengetahui apakah kondisi pasar sudah mengalami overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). 

Dalam skala 0-100, nilai aset dianggap berada dalam situasi oversold ketika kurang dari angka 30. Sementara itu, overbought terjadi saat nilai RSI melebihi angka 70.

Sebagaimana indikator lainnya, RSI bertujuan mendeteksi sinyal beli dan sinyal jual. Dengan berpatokan pada posisi overbought dan oversold, trader dapat menentukan kapan ia harus bertransaksi.

Periode standar penghitungan adalah 14, sebagaimana yang direkomendasikan oleh Welles Wilder. Trader boleh memodifikasi periode, baik menaikkan atau menurunkan. Namun, hal tersebut akan memengaruhi sensitivitas RSI. Misalnya, periode 10 lebih cepat mencapai tingkat overbought atau oversold dibandingkan periode 20.

Berikut strategi investasi saham menggunakan Relative Strengh Index:

1. Aturan Beli

Langkah pertama adalah menunggu nilai RSI turun hingga ke area oversold, yakni di bawah 30. Pantau sampai RSI berbalik naik melebihi angka 30. 

Agar lebih meyakinkan, pastikan terdapat candlestick bullish saat RSI lepas dari posisi oversold. Jangan terburu-buru, tunggu sampai candlestick close.

Pada pembukaan candlestick selanjutnya, lakukan entry atau beli. Tetapkan potensi kerugian atau stop loss sedikit di bawah titik swing low terakhir.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Seleb
6 hari lalu

Tren Baju Lebaran 2026 ala Gen Z, Tak Harus Baru yang Penting Kompak!

Keuangan
6 hari lalu

481 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melesat ke 7.106 Jelang Libur Panjang

Keuangan
8 hari lalu

296 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Dibuka Terkoreksi

Keuangan
11 hari lalu

483 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 7.362

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal