Demi menyelesaikan NPL tersebut, sementara ini Bank Mandiri harus menahan beberapa keinginannnya dalam aksi korporasi untuk ditunda sampai 2019. Misalnya dengan mengakuisisi dua bank asal Filipina yang rencananya proses pengakuisisian akan selesai pada tahun ini.
Ia melanjutkan, penundaan aksi koorporasi lainnya seperti rencana pencatatan saham perdana (IPO) anak usaha perseroan yaitu, Bank Mandiri Syariah. “Mandiri Syariah akan IPO paling cepat pada 2019, kita tunggu sampai ROE-nya (return of equity) di atas 10 persen,” ucapnya.
Begitu pun dengan Mandiri Utama Finance yang juga akan IPO di tahun 2019 mendatang. Saat ini, pihaknya tengah mencapai kapitalisasi pasar Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun. “Tahun lalu market cap-nya masih di bawah Rp2 triliun. Kita ingin ketika IPO, valuasi dan market cap sudah memadai,” kata dia.