BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN, Transaksi Sukuk Negara Kini Makin Mudah

Anggie Ariesta
Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan fitur Repo SBSN. Foto: istimewa)

Rapor tersebut tertinggal jauh jika dikontrasikan dengan total volume transaksi Repo Surat Utang Negara (SUN) interdealer yang telah meroket melampaui angka Rp2.500 triliun.

Melalui kehadiran wadah baru di SPPA ini, Bank Umum, Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga institusi finansial lainnya kini memiliki opsi alternatif yang jauh lebih luas dalam mengelola portofolio investasi mereka, manajemen likuiditas, serta pemenuhan modal kerja jangka pendek.

Penambahan menu baru ini kian menyempurnakan portofolio teknologi SPPA. Sebelumnya, platform ini telah sukses merilis transaksi Repo SUN pada Maret 2025 dan resmi ditunjuk menjadi wadah kuotasi Dealer Utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) per April 2026.

Satu hal yang menarik, transaksi Repo dengan jaminan SBSN yang dilakukan antar-lembaga keuangan konvensional tetap dapat dieksekusi menggunakan skema Repo konvensional berbasis Global Master Repurchase Agreement (GMRA).

Dengan kata lain, transaksi tersebut dibolehkan tidak menggunakan akad syariah selama tidak melibatkan Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
23 jam lalu

MNC Sekuritas Dukung Pembukaan Ruang Galeri Investasi Digital BEI di Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Padang

5 hari lalu

BEI Ungkap Sejumlah Calon Emiten Tunda Gelar IPO, Ini Alasannya

6 hari lalu

Uji Coba Harga Minimum Saham Rp1, BEI Ungkap Hasilnya

7 hari lalu

BEI dan MNC Sekuritas Pecahkan Rekor MURI Peresmian Galeri Investasi Terbanyak secara Serentak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal